Warna benda pijar
|
Suhu benda pijar (oC)
|
Kemerah-merahan
|
500-550
|
Merah
|
650-750
|
Merah menyala
|
850-950
|
Merah kekuning-kuningan
|
1.050-1150
|
Keputih-putihan
|
1.250-1350
|
putih
|
1450-1550
|
Jumat, 06 Juli 2018
Benda yang berpijar jika dipanaskan
Selasa, 20 November 2012
Medan magnet di Sekitar Arus Listrik
Senin, 05 November 2012
Hambatan pada Suatu Kawat penghantar
- Semakin panjang kawat penghantar, maka semakin besar hambatannya
- Semakn besar luas penampang kawat, makin kecil hambatannya dan makin kecil luas penampangnya, makin besar hambatannya.
- Bergantung pada jenis bahan kawat, bisa dilihat di tabel berikut
Jika panjang kawat kita lambangkan dengan l, hambatan jenis ρ, dan luas penampang kawat A. secara matematis, besar hambatan kawat dapat dituliskan:
Selasa, 02 Februari 2010
Angka Penting
Mari kita lihat mengenai aturan angka penting.
1.semua angka bukan nol adalah angka penting
2. angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting
Contoh : 3,000231 memiliki tujuh angka penting.
3. angka-angka bukan nol yang digunakna hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting.
Contoh : 0,00212 memiliki tiga angka penting
4. semua angka nol yang terletak pada deretan akhir angka-angka yang ditulis di belakang koma desikmal termasuk angka penting.
Contoh : 0,0092000 memiliki 5 angka penting.
5. dalam notasi ilmiah, semua angka sebelum orde termasuk angka penting.
Contoh : 7,7 x 105 memiliki dua angka penting.
2,345 x 109 memiliki empat angka penting.
Lalu bagaimana jika dalam pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dalam pertambahan, perkalian, dan pembagian memiliki aturan angka penting tersendiri.
1. Aturan mengenai aturan penjumlahan dan pengurangan.
Hasil penjumlahan atau pengurangan hanya boleh mengandung satu angka taksiran. Angka taksiran adalah angka terakhir dari suatu bilangan penting.
Contoh : 5,234 → 4 adalah agka taksiran
1,35 + → 5 adalah angka taksiran
6,584 → Ada dua angka taksiran sehingga dibulatkan menjadi 6,58;karena hanya boleh mengandung satu angka taksiran.
2. Aturan perkalian atau pembagian
Hasil perasi perkalian atau pembagian hanya boleh memiliki angka penting sebanyak bilangan yang angka perntingnya paling sedikit.
Contoh : 2,98 → 3 angka penting
1,7 x → 2 angka penting
5,066 → 4 angka penting
Dibulatkan menjadi 5,1 (dua angka penting)
Untuk lebih memahami lagi silahkan kalian membaca buku-buku dan mengerjakan latihan-latihan soal yang ada.
Jumat, 08 Mei 2009
Mengapa suara guntur lebih keras jika malam hari?
Juga mengapa kilatan petir selalu terlihat lebih dulu oleh mata kita daripada guntur? Hal ini di karenakan cepat rambat cahaya dan bunyi di udara sangat jauh berbeda. Kecepatan bunyi di udara 3x108(300.000.000)m/s sedangkan cepat sambat bunyi di udara kisaran 300-400 m/s juga tergantung dengan kecepatan angin jika aginnya kuat dan searah maka akan bertambah namun jika berlawanan arah maka akan terjadi sebaliknya kecepatan rambat bunyi semakin kecil.
Secara fisika, pada saat siang hari udara di lapisan atas lebih dingin dari pada udara di lapisan bagian bawah. Secara teori bunyi akan lebih cepat merambat pada suhu dingin daripada suhu panas. Sehingga kecepatan rambat bunyi di bagian lapisan atas akan lebih cepat sedangkan di lapisan bawah bunyi merambat lebih lambat. Seperti yang sudah kita tahu jika gelombang dari medium rapat ke medium kurang rapat akan di biaskan menjauhi garis normal. Sehingga pembiasan bunyi petir menyebabkan suara guntur tidak begitu keras terdengar, karena jaraknya semakin menjauh dengan pendengar.
Lalu pada malam hari, udara pada lapisan bawah lebih dingin dari pada lapisan atas. Sehingga bunyi akan di biaskan mendekati garis normal, karena bergerak dari medium yang kurang rapat ke medium yang rapat. Sehingga pembiasan inilah yang menyebabkan suara guntur lebih mendekat ke pendengar sehingga otomatis suara guntur akan terdengar lebih keras.
Kamis, 31 Juli 2008
Tumbukan
Jenis-jenis tumbukan.
1. Tumbukan lenting sempurna
Pada peristiwa tumbukan lenting sempurna, berlaku hukum kekekalan momentum dan kekekalan energi kinetik. Koefisien retritusinya bernilai e = 1.
Pada peristiwa tumbukan lenting sebagian, berlaku hukum kekekalan momentum dan tidak berlaku hukum kekekalan energi kinetik. Koefisien retritusinya bernilai 0
Pada peristiwa tumbukan tidak lenting sama sekali, hanya berlaku hukum kekekalan momentum saja. Dan juga kecepatan akhir benda 1 dan benda 2 adalah sama(v1’= v2’ = v) Koefisien retritusinya bernilai e = 0.
Rumus-rumus
Hukum kekekalan momentum
m1V1 + m2V2 = m1V1’ + m2V2’
Hukum kekekalan energi kinetik
Ek1 + Ek2 = Ek1 + Ek2
½ m1V1 + ½ m2V2 = ½ m1V1’ + ½ m2V2’
Koefisien retritusi
e = -DV’ / DV
e = -(v2-v1)
Rabu, 30 Juli 2008
Momentum dan impuls
Momentum di definisikan sebagai hasil kali masa dan kecepatan P = m v.
Ket :
P = momentum (Kg/m/s)
m = massa (Kg)
v = kecepatan (m/s)
Contoh soal dan jawab.
Berapakaj momentum suatu benda yang bermasa 10 kg yang bergerak dengan kecepatan 10 m/s?
jawab :
P = m.v
P = 10.10
P = 100 N/s
Sebuah mobil memiliki masa 50 kg pada keadaan tanpa penumpang lalu rudi yang bermasa 30 kg menaiki mobil tersebut sehingga memiliki momentum sebesar 4000 N/s. Berapakah kecepatan benda?
Jawab:
V = P / m
V = 4000 / 80
V = 50 m/s
Impuls
Impuls didefinisikan sebgai hasil kali gaya (F) dan selang waktu gaya itu bekerja pada benda(Dt). secara matematis impuls dapat di tuliskan
I = F Dt
Contoh
Sebuah kelapa yang masanya 1,5 kg jatuh dari ketinggian 3m dengan kecepatan awal 0 yang jatuh menimpa kepala seorang anak yang tingginya 1,2m. Jika waktu lamanya kontak 1 s, maka berapakah impulsnya(g=10m/s2)?
Jawab:
I = F Dt
I = 1,5 . 10 . 1
I = 15 N/s
Impuls juga memiliki hubungan dengan momentum. Impuls yang bekerja pada benda sama dengan perubahan momentum yang di alami benda, yaitu momentum akhir dikurangai dengan momentum awal.
I = DP
Energi
1 Joule = 1 Kg/m2/s2
Jenis-jenis energi
a. Energi potensial
Energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam benda dan dimiliki benda karena kedudukannya. Contoh bentuk energi yang termasuk energi potensial, yakni :
Enegi potensial elastik
Energi potensial gravitasi
Energi potensial kimia
Energi potensial magnet
Energi potensial listrik
Tetapi kita fokus ke Energi potensial gravitasi(Ep). Energi potensial graviatasi adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena ketinggiannya terhadap bidang acuan tertentu. Jadi dapat kita tuliskan
EP = m.g.h.
Jadi energi potensial suatu benda dapat di definisikan sebagai hasil kali berat benda (w = mg) dan ketinggiannya(h) dari suatu bidang acauan tertentu.
b. Energi kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena gerakannya dan kecepatannya. Energi kinetik sebuah benda bermasa m yang sedang bergerak dengan kecepatan v adalah:
EK = ½ m v2
Usaha dan perubahan energi kinetik.
Usaha yang dilakukan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan energi kinetik akhir dikurangi energi kinetik awal.
W = Ek1 – Ek2
Pernyataan diatas dikenal dengan ”Teorema Usaha-Energi.”
c. Daya
Daya didefinisikan sebagai kelajuan melakukan usaha atau usaha(W) per satuan waktu(t).
P = W/t
Selasa, 15 Juli 2008
Usaha
Pengertian
Usaha memiliki dua pengertian
- Dalam kehidupan sehari-hari, usaha diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan manusia. Contoh :Budi berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakan ulangan semester.
- Dalam fisika, suatu gaya dikatakan melakukan usaha jika gaya itu membuat benda berpindah dari tempat mula-mula atau menurut bahasa matematikanya “Usaha adalah hasil dari gaya dikali besar perpindahan.”. Contoh :Iwan mendorong kardus yang berisi tumpukan baju sampai kardus itu berpindah dari tempat semula.
Rumus usaha.
W = Fx ∆x
Ket
- W : usaha/work.
- Fx : gaya yang searah dengan perpindahan
- ∆x : besar perpindahan.
Dalam SI, satuan untuk usaha adalah joule(J), satuan gaya adalah Newton dan perpindahan adalah meter jadi dapat kita tuliskan
1 joule = 1 Newton. Meter1 Joule = 1 Newton.meter
1 Joule = 1 Newton.mete
Usaha sebesarsatu joule adalah usaha yang kecil, biasanya usaha untuk melakukan suatu usaha mencapai puluhan bahkan ratusan joule. Dalam keseharian, sering juga ada beberapa satuan untuk usaha yaitu erg dan kalori, dengan
1 erg = 10-7 Joule dan 1 kalori = 4,2 Joule
Usaha oleh berbagai gaya.
Sebenarnya, tidak ada suatu benda yang hanya ada satu gaya saja yang bekerja pada benda itu. Karena misalkan saja saat kita mendorong sebuah batu yang besar dan kita berhasil memindahkan batu besar itu. Pada saat kita mendorong batu tadi sebenarnya batu memberikan gaya kepada kita dan juga gaya gesek batu terhadap tanah. Tetapi dalam pelajaran sekolah gaya-gaya itu memang sengaja diabaikan agar tidak begitu menyusahkan siswa. Begitu juga dengan usahanya, contoh: Suatu benda memiliki dua gaya yang bekerja pada benda itu misalkan F1 dan F2. dengan usahanya masing-masing W1 dan W2 maka untuk menentukan usaha totalnya kita hanya cukup menambahkan W1 dan W2 ( W total = W1 + W2). Jadi dapa kita rumuskan
]
W total = W1 + W2 + W3+...
Cat : Nilai W bisa berharga positif (+) maupun negatif (-).
.



