Sabtu, 05 September 2015

Daftar Perguruan Tinggi negeri di Indonesia

1. Perguruan Tinggi Negeri
Saat anda SMA/SMK/MA tentu ada sekolah yang negeri atau juga yang swasta. Begitu juga perguruan tinggi. Kali ini pembahasannya mengenai yang negeri terlebih dahulu sebelum ke swasta. Perguruan tinggi negri berarti perguruan tinggi yang dikelola pemerintah. Walalupun sebenarnya perguruan tinggi swasta di Indonesia juga sama-sama dikontrol oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Bedanya adalah biasanya nama perguruan Tingginya ada tulisan “Negeri”, tetapi tidak semua yang tidak ada tulisan “Negeri” itu swasta. Contohnya seperti Universitas Lampung, Universitas Andalas, dan lebih lengkapnya dijelaskan setelah ini. Selain itu jika di Negeri itu dosen-dosen dan karyawannya adalah pegawai negeri (walaupun ada juga yang honorer) sedangkan di swasta adalah bukan pegawai negeri (walalupun dosen negeri juga boleh mengajar di perguruan tinggi swasta). Untuk pembiayaan kuliah juga negri dan swasta tidaklah berbeda jauh. Hanya jurusan-jurusan tertentu saja yang memang butuh biaya lebih. Selanjutnya mengenai nama-nama perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia yang bersumber dari www.dikti.go.id .

Sabtu, 25 April 2015

Mencari makna sombong sebenarnya.

Apakah anda suka jika ada yang mengatakan bahwa anda adalah orang yang sombong? Apakah anda suka jika ada seseorang yang sombong? Apakah anda suka jika seseorang yang sombong itu adalah teman anda? Apakah anda betah berlama-lama dengan orang yang sombong?
“dasar sombong, menyapa saja tidak mau.”
“Orang itu sombong sekali kelakuannya.”
“Orang lain tidak ada apa-apanya.”
Beberapa perkataan itu mungkin sering masuk ke telinga kita. Namun, apa sebenarnya sombong itu. Benarkah orang yang kita beri label “sombong” memang benar sombong ataukah sebenarnya kita sendiri yang tidak mengetahui apa itu “sombong” sebenarnya?

Selanjutnya, apa yang manusia miliki sehingga manusia bisa sombong? Apakah karena harta? Apakah karena tahta? Ataukah karena kepopuleran? Ataukah karena berparas elok nan rupawan? Apakah karena ilmu yang tinggi? Apakah karena kepintarannya? Apakah karena keturunan bangsawan? Ataukah karena prestasi yang ia raih? Merasa sudah banyak amal sehingga sombong dan menganggap dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain?

Pertama-tama definisi sombong mengenai yang perlu kita jadikan acuan utama yang bersumber dari Al-qur’an dan hadist,

“Janganlah kamu berjalan dengan sombong di muka bumi. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus ke dasar bumi dan tidak dapat menandingi ketinggian gunung (QS Al Israa':37)

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakaan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Al-Qashash: 83)

“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18)

Rasul saw bersabda :”Tidak akan masuk sorga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi” (HR Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “”Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia(HR Muslim).  

Dari al-Aghar dari Abu Hurarirah dan Abu Sa’id, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. (HR Muslim)

Abdullah bin Umar ra bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Apakah sombong itu bila seseorang memiliki hullah (pakaian yang terdiri dari dua potong baju) yang dikenakannya?”
Nabi SAW menjawab, “Tidak.”
“Apakah bila seseorang memiliki dua sandal yang bagus dengan tali sandalnya yang bagus?”
“Tidak.”
“Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan yang dikendarainya?”
“Tidak.”
“Apakah bila seseorang memiliki teman-teman yang biasa duduk bersamanya?”
“Tidak.”
“Wahai Rasulullah, lalu apakah kesombongan itu?”
Kemudian beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab:
“Meremehkan kebenaran dan merendahkan manusia.”
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 426)

Tidak perlu merasa hebat saat Anda dipuji, dan jangan merasa hina saat Anda dimaki. Saat dipuji, ingatlah bahwa sebenarnya orang-orang memuji Allah SWT, bukan Anda. Karena Anda adalah ciptaan Allah SWT. Saat dimaki, jangan sampai melakukan hal itu, karena secara tidak langsung hinaan itu berarti Anda telah menghina ciptaan Allah SWT. Jadi tidak ada alasan untuk anda bisa sombong di dunia yang Allah ciptakan ini.

Tidak ada manusia yang sempurna, manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apakah pantas seorang manusia yang tidak memiliki apa-apa di dunia ini untuk sombong? Apa yang dimiliki manusia? Harta, itu semua pemberian Allah SWT. Jasad, juga pemberian Allah SWT. Jabatan, itu juga amanah dari Allah SWT. Makanan yang kita makan seitap hari, itu juga dari Allah SWT. Semua yang ada di dunia ini milik Allah SWT dan manusia juga merupakan ciptaan Allah SWT. Pantaskah manusia untuk sombong terhadap hal-hal yang tidak dimilikinya. Jawabannya tentu saja tidak.

Selasa, 14 April 2015

E-book kumpulan status dan twit Hengki Yuliansyah

E-book kedua saya mengenai kumpulan twit dan juga status sahabat saya Hengki Yuliansyah. silahkan di download 


Jalan Memulai

Aku akan melakukan perjalanan ke daerah yang aku belum pernah datangi dan di sana aku harus melakukan kerja nyata untuk mengabdi di daerah itu dan membuat daerah itu menjadi maju. Kegiatan ini adalah keharusan bagi murid-murid tingkat ke-4 Universitas tempatku menimba ilmu. Tentunya aku tidak sendiri, aku bersama dengan beberapa teman-teman dengan berbagai kemampuan yang mereka miliki untuk sama-sama mengabdi di daerah yang akan kami tempati.

hari tiarto, itulah namaku. Orang tuaku memberikan nama ini, yang aku sendiri masih belum mengerti maksud sebenarnya. Aku sudah berusaha mencari tahu, hari yang berarti hari saat aku lahir, lalu kata tiarto yang aku belum tahu maksudnya mungkin banyak uang, karena “arto” itu berarti uang, kata “ti” inilah yang masih belum ku ketahui.

Hari keberangkatan pun tiba. Persiapan yang sudah benar-benar matang dan lengkap kusiapkan, tak lupa pamit dengan orang tua, aku berangkat menuju lokasi pemberangkatan, kami akan diantarkan dengan bus dari lapangan universitas dan semua murid yang akan melakukan Kerja Nyata harus berkumpul di lokasi pukul 06.00.

Aku tiba di lokasi pukul 05.55, bus-bus yang akan mengantarkan kami berjajar cukup rapi, namun karena banyaknya murid dan juga kerabat yang mengantarkan, sehingga suananya jadi semrawut. Aku yang mengendarai motor dengan membonceng printer, aku memilih jalan alternatif untuk ke lapangan, karena jika lewat jalan utama akan macet. Aku memutar dan tak lama kemudian aku tiba di lokasi. Tuling... tuling.., bunyi ringtone sms handphoneku berbunyi,

Senin, 29 Desember 2014

Salah sedikit, berakibat banyak




Kali ini, ternyata sedikit ketidaktelitian dalam melihat suatu permasalahan bisa berakibat fatal. Padahal sangat sederhana yaitu salah melihat jadwal waktu gratisan internet. Memang waktu itu aku sudah berencana untuk menghabiskan kuota gratis 2 gb di malam hari. Awalnya aku kira jam 12 hingga jam 6 pagi. Ternyata aku salah melihat jadwalnya, ternyata gratisannya mulai dari jam 1 pagi, jadinya kuotaku habis deh, untung bukan

Gabungan dan variasi dari banyak hal


Memang benar, bahwa saat otak kita penuh ide dan kita memang suka menulis. Terkadang menulis bisa dipaksakan, kata-kata itu muncul sendiri entah dari mana. Hingga jari-jemari seperti menari indah di atas keyboard padahal tidak memakai sepatu balet. Kata-kata yang berserakan bisa dirangkai menjadi suatu kesatuan yang menghasilkan suatu makna, dan terkadang bisa memberikan suatu inspirasi bagi orang yang membacanya.

Entah apa inti dari tulisan ini, tapi aku hanya ingin menuliskan apa yang ada di dalam pikiranku. Jika direnungkan, dari 26 abjad A-Z, paling tidak kita bisa membuat lebih dari 2626 variasi kata-kata. Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, dengan abjad-abjad ini bisa membuat orang menangis, tertawa, bahagia, marah, bimbang, ketakutan dan lain sebagainya. Sebenarnya apakah kata-kata ini yang membuat perasaan-perasaan itu. Namun sebenarnya yang terjadi adalah karena kita memiliki mata, otak, dan juga hati.
Mata kita melihat tulisan yang ada, kemudian diteruskan di otak dan diproses. Sebenarnya jika kita tidak mengetahui  tulisan yang ada, atau ada tulisan dengan bahasa yang tidak kita ketahui, mungkin kita tidak akan tertawa, bahagia, sedih, dan efek lainnya dari tulisan itu. Bisa jadi kita akan bertanya-tanya apa maksud dari tulisan itu. Setelah diproses, lalu dari otak juga akan diteruskan ke hati sehingga muncul perasaan-perasaan itu.

Disinilah sebenarnya kita bisa melihat, dari gabungan 26 kata bisa menghasilkan variasi yang berbeda. Apalagi jika ada ribuan atau jutaan manusia, tentu variasinya akan sangat banyak sekali. Variasi-variasi inilah yang kan membuat dunia lebih berwarna.
  

Senin, 24 Maret 2014

tulisan baru

Berawal dari ingin menuliskan lesson plan dan sudah lama sekali aku tidak membuat lesson plan dan juga jurnal harian. Untuk hari ini sepertinya aku sedang ingin membuat jurnal harian. Yah dariada tidak ada kerjaan sambil mengawasi ulangan harian siswa. Hmm…, hari ini ada dua ulangan harian. Jadi aku sepertinya bisa melakukan banyak hal saat mengawasi mereka. Hmmm…, dulu aku paling tidak begitu suka saat diminta untuk mengawas karena yah… entah kenapa aku tidak suka atau malasss.., terkadang aku punya alasan yang tidak begitu logis menurut banyak orang tapi menurutku itu itu sebuah alasan dan tidak bisa orang lain untuk mengubah keputusan yang kuinginkan jika memang tidak aku sendiri yang akhirnya memutuskannya. Ternyata kemampuanku untuk mengetik tanpa melihat masih cukup terasah, aku masih bisa mengetik tanpa melihat papan ketik ataupun melihat layar monitor, jadi aku masih bisa melakukan banyak hal selagi aku mengetik.., wah… kalau kemampuanku ini terus kuasah sepertinya aku bisa bikin jasa ketik tercepat 10 menit perlembar, jika telat maka gratis*(syarat dan ketentuan berlaku)… wah bisnis yang menjanjikan nih tapi ya aku harus berhenti jadi guru dulu atau bisa juga jadi guru tik. Loh…, aku bikin jurnal ngajar atau curhat, inimah diary J karena sudah lama sekali tidak menulis jadinya ya aku tulis apa yang kupikirkan di dalam pikiranku, entah itu hanya sebuah pemikiran biasa ataupun sebuah oemikiran yang memang luar biasa, yah… aku hanya ingin menulis dulu untuk hari ini.

Tulisan sebenarnya tidaklah harus seformal upacara 17 agustus. Untuk beberapa kondisi memang dibutuhkan tulisan yang dibuat secara formal, tetapi secara umum tidak begitu sering untuk menggunakan tulisan formal dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan yang menurut orang sangat berantakan juga sebenarnya tidak begitu masalah jika itu bisa memberikan informasi ataupun inspirasi bagi orang yang membacanya. Seperti tulisanku hari ni juga yang aku sendiri tidak tahu apa judulnya karena memang sebuah tulisan spontan yang sudah lama sekali aku tidak menulis begitu banyak tulisan yang seperti ini.

Mencurahakan pikiran lewat tulisan juga memang tidak mudah diawalnya karena bagi yang belum terbiasa akan terasa sulit. Suatu hal yang wajar seperti halnya mengendarai sepeda awalnya juga sulit tetapi setelah sering jadi terbiasa bahkan tanpa megang stang sepeda pun bisa jalan tanpa jatuh bahkan yang sudah mahir dia bisa melompat dan melakukan beberapa aksi dengan sepedanya.