Halaman

Jumat, 29 Juni 2018

The Spirit of Da'wa

As a Muslim we need to spread the Islamic values in our lives. Each of our behavior, words, and our appearance indirectly reflects the Islam. Every Muslim can be regarded as an ambassador of the Islamic religion. If various ambassadors at school, college, or company will reflect the company and if we want to ask things about school, college, or company can be asked to the ambassador. So a Muslim is also required to be able to have knowledge about his religion in order to become a good ambassador.

An ambassador will convey the things that interest him in what he says. The ambassadors of Islam will also convey the things that can make others interested and understand about Islam. Shouting to goodness becomes an important thing for a Muslim, because Allah Subhana wa ta'ala says in Al-Qur'an Chapter Al-imron verse 104.

Translation: "And let there be among you a people who call upon righteousness, enjoin the ma'ruf and prevent from being evil; they are the lucky ones. " 

The meaning of this verse should be a group of people who are ready to take on this role, although it is an obligation for every individual of the people according to his capacity, as affirmed in the book of Sahih Muslim, from Abu Hurayrah, he said, Allah's Messenger said: "Whoever sees munkar(badness), then let him change with his hands, if he cannot, then he should change his tongue and if he cannot, then he should change with his heart and that is as weak as the weak faith. "(Narrated by Muslim)

Great virtues that can be obtained through preaching one of them is like in the hadith of the Shahabah of Uqbah bin 'Amr bin Tsa'labah radhiallahu'anhu, that the Messenger of Allah sallallaahu'alaihi wasallam said:
"Whoever leads to goodness will earn a reward like the reward of the one who does it" (Narrated by Muslim No. 1893).

Some of the fads of this hadith are: The virtue of da'wah in the way of Allah and showing kindness to others, whether the good of the world or the hereafter. The person who shows kindness will get the reward for showing the goodness and reward of the people who follow it. Charities that can be felt by others are more beneficial than charities whose benefits are limited to oneself. This Hadith includes people who show kindness to others with their deeds, though not with their verbal. Like people who spread the books that are useful, have a noble character and hold fast to the Islamic Shariah so that everyone can inspired by it. The virtue teaches the knowledge and the magnitude of the reward of a teacher who expects the reward of the Hereafter. It is advisable to ask God to be an example of goodness.

So when we want to get more reward, one of them is by da'wah or teach islam to everyone. If we try to think, as great or as much as we worship, prayer. Of course the reward is only one man's reward. But when we invite or preach to the example of two people who diligently pray through the medium of da'wah we do, we will get additional reward for two people prayer. If you invite a hundred people, a thousand people, of course more rewards.
 

Senin, 25 Juni 2018

Apakah menyerah merupakan solusi?

Saat masalah terus menerpa, saat tugas semakin banyak menyapa, saat kesibukan menjadi derita. Sejenak terpikir untuk berhenti dan menyerah terhadap kondisi. Menyerah karena merasa diri tidak mampu menghadapi masalah. Mundur karena kondisi organisasi yang kian tidak teratur. Berhenti saat aktivitas sudah tidak sesuai dengan nurani.

Senin, 18 Desember 2017

Mengajar dengan Intinya

Seorang guru membantu siswa untuk memperoleh gagasan, informasi, nilai, cara berpikir, dan cara untuk mengekspresikan diri mereka sendiri. Berbagai hal ini sebenarnya adalah cara mengajari siswa untuk belajar. Hasil pembelajaran jangka panjang yang paling penting yaitu agar siswa mampu meningkatkan kemampuan mereka untuk dapat belajar lebih mudah dan lebih efektif. Siswa yang mampu belajar sebagai hasil dari pengetahuan dan skill yang mereka peroleh atau karena penguasaan mereka tentang proses belajar.

Bagaimana cara untuk belajar ini juga penting diketahui oleh siswa karena dengan cara belajar yang salah Sebesar apapun usahanya hasilnya tentu akan jauh berbeda dengan cara belajar yang benar dan usaha yang besar. Proses pembelajaran akan berpengaruh besar terhadap kelompok siswa dalam mendidik diri mereka sendiri. seorang guru yang sukses bukan hanya sekedar seorang penyampai materi yang karismatik dan inspiratif. Seorang guru yang sukses adalah guru yang mampu melibatkan siswa dalam tugas yang bermuatan pengetahuan dan sosial serta mengajari siswa bagaimana cara mengerjakan tugas-tugas itu secara produktif. Contohnya seorang guru perlu belajar untuk menyampaikan materi dengan jelas dan mahir. Namun, hal ini tetap harus membuat siswa belajar dari apa yang disampaikan oleh guru. guru yang sukses akan mengajari siswa bagaimana cara menyerap dan menguasai informasi dari apa yang disampaikannya. sedangkan siswa yang efektif mampu menggambarkan informasi

Gagasan dan keteladanan dari guru-guru mereka dan menggunakan berbagai sumber pembelajaran secara efektif. sehingga tujuan utama dalam mengajar terjadinya adalah mencetak para siswa atau pembelajar yang handal.. Begitu pula sekolah yang hebat adalah sekolah yang mengajari siswa untuk belajar. Sampai siswanya mahir mengenai bagaimana caranya belajar.

Saat siswa sudah memahami bagaimana cara belajar dengan baik, tentu pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan siswa menjadi semakin maju dari tahun ketahun karena diajari untuk menjadi siswa yang handal. Sehingga menjadi penting untuk seberapa besar seorang guru ataupun sekolah mampu untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar karena hal ini juga merupakan tujuan dasar dari tujuan bersekolah. Harapannya juga di masa depan saat siswa sudah mahir bagaimana caranya belajar mereka akan mampu untuk belajar dimanapun kapanpun untuk memperoleh ilmu pengetahuan sehingga membuat mereka untuk bisa lebih baik. 

Sabtu, 05 September 2015

Daftar Perguruan Tinggi negeri di Indonesia

1. Perguruan Tinggi Negeri
Saat anda SMA/SMK/MA tentu ada sekolah yang negeri atau juga yang swasta. Begitu juga perguruan tinggi. Kali ini pembahasannya mengenai yang negeri terlebih dahulu sebelum ke swasta. Perguruan tinggi negri berarti perguruan tinggi yang dikelola pemerintah. Walalupun sebenarnya perguruan tinggi swasta di Indonesia juga sama-sama dikontrol oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Bedanya adalah biasanya nama perguruan Tingginya ada tulisan “Negeri”, tetapi tidak semua yang tidak ada tulisan “Negeri” itu swasta. Contohnya seperti Universitas Lampung, Universitas Andalas, dan lebih lengkapnya dijelaskan setelah ini. Selain itu jika di Negeri itu dosen-dosen dan karyawannya adalah pegawai negeri (walaupun ada juga yang honorer) sedangkan di swasta adalah bukan pegawai negeri (walalupun dosen negeri juga boleh mengajar di perguruan tinggi swasta). Untuk pembiayaan kuliah juga negri dan swasta tidaklah berbeda jauh. Hanya jurusan-jurusan tertentu saja yang memang butuh biaya lebih. Selanjutnya mengenai nama-nama perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia yang bersumber dari www.dikti.go.id .

Sabtu, 25 April 2015

Mencari makna sombong sebenarnya.

Apakah anda suka jika ada yang mengatakan bahwa anda adalah orang yang sombong? Apakah anda suka jika ada seseorang yang sombong? Apakah anda suka jika seseorang yang sombong itu adalah teman anda? Apakah anda betah berlama-lama dengan orang yang sombong?
“dasar sombong, menyapa saja tidak mau.”
“Orang itu sombong sekali kelakuannya.”
“Orang lain tidak ada apa-apanya.”
Beberapa perkataan itu mungkin sering masuk ke telinga kita. Namun, apa sebenarnya sombong itu. Benarkah orang yang kita beri label “sombong” memang benar sombong ataukah sebenarnya kita sendiri yang tidak mengetahui apa itu “sombong” sebenarnya?

Selanjutnya, apa yang manusia miliki sehingga manusia bisa sombong? Apakah karena harta? Apakah karena tahta? Ataukah karena kepopuleran? Ataukah karena berparas elok nan rupawan? Apakah karena ilmu yang tinggi? Apakah karena kepintarannya? Apakah karena keturunan bangsawan? Ataukah karena prestasi yang ia raih? Merasa sudah banyak amal sehingga sombong dan menganggap dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain?

Pertama-tama definisi sombong mengenai yang perlu kita jadikan acuan utama yang bersumber dari Al-qur’an dan hadist,

“Janganlah kamu berjalan dengan sombong di muka bumi. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus ke dasar bumi dan tidak dapat menandingi ketinggian gunung (QS Al Israa':37)

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakaan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Al-Qashash: 83)

“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18)

Rasul saw bersabda :”Tidak akan masuk sorga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi” (HR Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “”Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia(HR Muslim).  

Dari al-Aghar dari Abu Hurarirah dan Abu Sa’id, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. (HR Muslim)

Abdullah bin Umar ra bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Apakah sombong itu bila seseorang memiliki hullah (pakaian yang terdiri dari dua potong baju) yang dikenakannya?”
Nabi SAW menjawab, “Tidak.”
“Apakah bila seseorang memiliki dua sandal yang bagus dengan tali sandalnya yang bagus?”
“Tidak.”
“Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan yang dikendarainya?”
“Tidak.”
“Apakah bila seseorang memiliki teman-teman yang biasa duduk bersamanya?”
“Tidak.”
“Wahai Rasulullah, lalu apakah kesombongan itu?”
Kemudian beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab:
“Meremehkan kebenaran dan merendahkan manusia.”
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 426)

Tidak perlu merasa hebat saat Anda dipuji, dan jangan merasa hina saat Anda dimaki. Saat dipuji, ingatlah bahwa sebenarnya orang-orang memuji Allah SWT, bukan Anda. Karena Anda adalah ciptaan Allah SWT. Saat dimaki, jangan sampai melakukan hal itu, karena secara tidak langsung hinaan itu berarti Anda telah menghina ciptaan Allah SWT. Jadi tidak ada alasan untuk anda bisa sombong di dunia yang Allah ciptakan ini.

Tidak ada manusia yang sempurna, manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apakah pantas seorang manusia yang tidak memiliki apa-apa di dunia ini untuk sombong? Apa yang dimiliki manusia? Harta, itu semua pemberian Allah SWT. Jasad, juga pemberian Allah SWT. Jabatan, itu juga amanah dari Allah SWT. Makanan yang kita makan seitap hari, itu juga dari Allah SWT. Semua yang ada di dunia ini milik Allah SWT dan manusia juga merupakan ciptaan Allah SWT. Pantaskah manusia untuk sombong terhadap hal-hal yang tidak dimilikinya. Jawabannya tentu saja tidak.

Selasa, 14 April 2015

E-book kumpulan status dan twit Hengki Yuliansyah

E-book kedua saya mengenai kumpulan twit dan juga status sahabat saya Hengki Yuliansyah. silahkan di download 



Jalan Memulai

Aku akan melakukan perjalanan ke daerah yang aku belum pernah datangi dan di sana aku harus melakukan kerja nyata untuk mengabdi di daerah itu dan membuat daerah itu menjadi maju. Kegiatan ini adalah keharusan bagi murid-murid tingkat ke-4 Universitas tempatku menimba ilmu. Tentunya aku tidak sendiri, aku bersama dengan beberapa teman-teman dengan berbagai kemampuan yang mereka miliki untuk sama-sama mengabdi di daerah yang akan kami tempati.

hari tiarto, itulah namaku. Orang tuaku memberikan nama ini, yang aku sendiri masih belum mengerti maksud sebenarnya. Aku sudah berusaha mencari tahu, hari yang berarti hari saat aku lahir, lalu kata tiarto yang aku belum tahu maksudnya mungkin banyak uang, karena “arto” itu berarti uang, kata “ti” inilah yang masih belum ku ketahui.

Hari keberangkatan pun tiba. Persiapan yang sudah benar-benar matang dan lengkap kusiapkan, tak lupa pamit dengan orang tua, aku berangkat menuju lokasi pemberangkatan, kami akan diantarkan dengan bus dari lapangan universitas dan semua murid yang akan melakukan Kerja Nyata harus berkumpul di lokasi pukul 06.00.

Aku tiba di lokasi pukul 05.55, bus-bus yang akan mengantarkan kami berjajar cukup rapi, namun karena banyaknya murid dan juga kerabat yang mengantarkan, sehingga suananya jadi semrawut. Aku yang mengendarai motor dengan membonceng printer, aku memilih jalan alternatif untuk ke lapangan, karena jika lewat jalan utama akan macet. Aku memutar dan tak lama kemudian aku tiba di lokasi. Tuling... tuling.., bunyi ringtone sms handphoneku berbunyi,