Halaman

Sabtu, 29 Oktober 2011

Sebuah Waktu

Manusia dan segala yang ada di dunia ini, semuanya tidak bisa melawan bahkan menghentikan waktu walaupun 0,1 detik saja. Benda yang paling keras sekalipun pada akhirnya nanti akan hancur oleh usia tua. Manusia yang paling pandai, paling tangguh, paling berkuasa, akhirnya juga akan menjadi tua dan meninggal. Semua akan musnah, sedangkan waktu terus berjalan tanpa henti hingga Allah berkehendak untuk menghentikannya.

Saat kita diam termenung, melamun, bingung akan melakukan apa, waktu akan terus berjalan. Waktu satu tahun atau bahkan 10 tahun yang lalu bagaikan kenangan sepintas lalu yang terjadi sekejap mata. Satu detik yang terlewat tidak bisa kembali lagi. Hal yang akan terjadi satu detik kedepan, satu menit, satu jam, satu hari, atau satu minggu ke depan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.


Begitu pentingnya waktu ini, di dalam Al-Qur’an juga dijelaskan dalam surat al-asr ayat 1-3:
“Demi masa. Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”

Waktu memang aneh, jika diperhatikan atau kita lihat jarum detik jam analog atau jam dinding kita, Sepertinya waktu berjalan lambat, lebih lambat dari larinya siput (memangnya siput bisa lari…, penulisnya mulai g bres nih). Akan tetapi jika tidak kita perhatikan, waktu berjalan begitu cepat, lebih cepat dari roket atau bahkan satu kedipan mata kita.

Allah memberikan kita waktu 24 jam sehari, satu jam 60 menit, satu menit 60 detik. Semua orang memiliki waktu yang sama. Perbedaannya hanya pada manajemen waktu mereka atau pengaturan waktu tiap orang yang berbeda-beda. Ada orang yang mampu mengerjakan 50 pekerjaan dalam waktu sehari, ada yang mampu 25 pekerjaan sehari, 10 pekerjaan sehari, 5 pekerjaan, 2 pekerjaan, 1 pekerjaan, atau tidak melakukan apa-apa dalam sehari. Dengan manajemen waktu yang baik, perjalanan kehidupan kita akan lebih baik pula dan kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi otang lain.

Jika seandainya waktu deberi harga dengan harga udara yang kita hirup. Kira-kira berapa uang yang kita butuhkan untuk hidup selama 24 jam sehari jika setiap nafas yang kita hirup harus kita bayar dengan uang dan bukan dengan daun tentunya (penulisnya memang hobi bercanda, tapi kadang-kadang aja ). Yuk kita hitung….

Dalam sekali bernafas kita butuh kurang lebih 0,5 liter udara. Jika dalam satu menit kita menghirup dan mengeluarkan nafas sebanyak 20 kali, berarti kita butuh 10 liter udara dalam 1 menit. Sehingga, dalam sehari kita butuh 14.400 liter udara. Udara yang kita hirup terdiri atas 20% oksigen dan 79% nitrogen. Hal ini berarti, kita menghirup 2.880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen. Banyak juga oksigen dan nitrogen yang kita hirup, itu baru untuk satu orang dalam satu hari. Untungnya Allah menciptakan tumbuhan yang mampu menghasilkan oksigen dan adanya siklus nitrogen sehingga jumlahnya mencukupi untuk semua manusia dan hewan yang bernafas di bumi ini.
Harga jual satu liter oksigen di pasaran (pasar mana yang jual oksigen?? Penulisnya memang aneh nih) 25.000 rupiah dan nitrogen 9.950 rupiah. Hal ini berarti, dalam sehari, kita harus merogoh kocek sebesar 176.652.165 rupiah (kalo ga’ percaya, silahkan hitung sendiri). Itu baru sehari, lalu dalam sebulan berarti kita harus menyiapkan uang 5,3 milyar dan berarti 63,6 milyar setahun.

Untungnya kita diberikan udara ini secara gratis oleh Allah SWT, dan kita harus bersyukur karena Allah tidak meminta kita untuk membayar udara ini sepeser pun…. Subhanallah..

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar-Rahman, 55:16)

Begitu pentingnya waktu yang Allah berikan ini. Mari kita maksimalkan waktu yang Allah berikan ini, agar kita menjadi orang yang bermanfaat dan juga mendapatkan ridho-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas Comment nya