Halaman

Senin, 09 Juli 2018

contoh kasus UJI ONE WAY ANOVA

1.      KASUS
Suatu penelitian untuk membandingkan tiga model pembelajaran yaitu model inkuiry, PjBL, dan PBL. Dipilihlah 3 kelas dengan cluster random sampling dengan masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa (α=0,05). Setelah dilakukan posttest pada tiap kelas setelah diberikan perlakuan diperoleh data hasil belajar siswa sebagai berikut:


No
Inkuiri
Project based Learning
Problem Based Learning
1
56
63
66
2
87
79
47
3
59
51
89
4
61
91
65
5
78
48
79
6
77
67
47
7
86
86
86
8
66
46
56
9
65
65
77
10
49
69
59
11
88
88
61
12
76
46
78
13
71
61
47
14
60
40
46
15
59
69
56
16
72
42
67
17
86
66
59
18
88
71
61
19
85
55
58
20
85
50
47
21
79
71
46
22
71
71
51
23
64
89
75
24
60
63
42
25
87
91
80
26
58
48
94
27
66
46
76
28
72
78
41
29
56
46
69
30
67
71
45
31
52
50
70
32
68
60
60


2.      Uji statistik
Uji anova dilakukan dengan asumsi data diperoleh dari populasi yang berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama. Oleh karena itu sebelum melakukan uji anova one way dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai berikut:

a.      Uji Normalitas Data
1)      Hipotesis
H0 : Sampel diambil dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel tidak diambil dari populasi berdistribusi normal
2)      Taraf nyata : α = 0,05
3)      Daerah Kritis: H0 ditolak jika sig. < α
4)      Langkah Uji Normalitas
a)      Persiapkan data baik berformat excel atau word
b)      Buka Program spss
c)      Klik variable name, ubah pada bagian name dengan nama masing-masing model dan ketik ubah bagian decimal menjadi 0.







d)     Klik Data View, dan input data sesuai dengan kolom yang tersedia
e)      Klik analyze –Descriptive Statistics-explore
f)       Muncul gambar di bawah, blok semua variabel dan masukan ke dalam kotak dependent list dengan cara klik tanda panah disamping kotak dependent List
g)      Klik plots, dan centang pada Normality Plots With Tests dan klik continue dan Ok
h)      Hasil ujinormalitas dapat dilihat di output
5)      Hasil Uji statistik dengan spss diperoleh


6)      Interpretasi
Berdasarkan hasil output Tests of Normality diperoleh nilai signifikansi untuk inkuiri sebesar 0,061, nilai signifikansi untuk model PjBL sebesar 0,062, dan nilai signifikansi untuk model PBL sebesar 0,147. Oleh karena nilai signifikansi model inkuiri, PjBL, dan PBL lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima yang artinya ketiga kelompok data berdistribusi normal.





b.      Uji Homogenitas
1)      Hipotesis
H0 : Semua populasi mempunyai variansi yang sama
H1 : Tidak semua populasi mempunyai variansi yang sama
2)      Hipotesis statistik
H0 : σ12 = σ22 = σ32=0
H1 : Minimal ada 1 σi2 = 0, i = 1,2,3
1 = model inkuiri, 2 = model discovery, dan 3 = model PBL
3)      Taraf nyata α = 0,05
4)      Daerah kritis, Tolak H0 jika sig.< α
5)      Langkah-langkah uji homogenitas
a)      Buka SPSS
b)      Klik variable view, tambahkan variabel hasil belajar dan baris selanjutnya dengan perlakuan
c)      Ubah bagian decimals menjadi 0
d)     Ubah pada bagian label baris pertama dengan nilai posttest dan pada baris kedua dengan model, pada variabel perlakua ubah Measure menjadi Nominal
e)      Klik values pada variabel perlakua
f)       Klik tanda  disamping tulisan none, sehingga muncul kotak dialog menjadi
g)      Ketik 1 pada bagian value dan Inkuiri pada bagian label, kemudian klik add. Ketik 2 pada bagian value dan PjBL pada bagian label, kemudian klik add.  Ketik 3 pada bagian value dan PBL pada bagian Label, kemudian klik add. Klik Ok
h)      Klik Data view, input nilai ulangan model inkuiri pada kolom hasil dan ketik 1 sebanyak data pada kolom perlakua.
Lanjutkan input nilai ulangan model Discovery pada kolom hasil dan ketik 2 sebanyak data pada kolom perlakua. Lanjutkan input nilai ulangan model PBL pada kolom hasil dan ketik sebanyak data pada kolom perlakua.
i)        Klik Analyze – Compare Means- One-Way Anova, sehingga tampilannya seperti gambar di bawah
j)        Klik Nilai ulangan, Klik tanda panah pada bagian Dependent List. Kemudian Klik Model, klik tanda panah pada bagian Factor
k)      Klik Options, sehingga tampilannya menjadi
i)        Centang Descriptive dan Homogeneity of varians tests, klik continue, kemudian klik Ok.
j)        Hasil uji akan muncul di output

6)      Hasil Uji Statistik diperoleh data berikut
                   Test of Homogeneity of Variances

Nilai Post test
Levene Statistic
df1
df2
Sig.
1.149
2
93
.322


7)      Interpretasi
Berdasarkan hasil output Test of Homogeneity of Variances diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,322. Oleh karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka terima H0, sehingga ketiga data memiliki varians yang sama

c.       Uji Anova
1)      Hipotesis
H0 : Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa dengan model
        inkuiri, discovery, dan PBL
H1 : Ada Perbedaan rata-rata hasil belajar siswa dengan model inkuiri,
       discovery, dan PBL
2)      Hipotesis statistik:
H0 : µ1 = µ23
H1 : Tidak semua µi sama, (i = 1, 2, 3)
3)      Taraf nyata α = 0,05
4)      Daerah kritis, Tolak H0 Jika sig.< α
5)      Langkah-langkah uji anova
Uji Anova langkahnya sama dengan Uji Homogenitas
6)      Hasil uji statistik diperoleh data sebagai berikut

                                                                              ANOVA

Nilai Post test

Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Between Groups
1176.813
2
588.406
2.970
.056
Within Groups
18427.094
93
198.141


Total
19603.906
95





7)      Interpretasi
Berdasarkan hasil output Anova diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,056. Oleh karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka terima H0. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa dengan model inkuiri, PjBL, dan PBL. Oleh karenanya tidak perlu dilakukan Post Hoc Tests, untuk mengetahui data mana yang mengalami perbedaan. Namun jika ingin mengetahui perbedaan hasil belajar antar model dengan cara klik Post hock pada kotak dialog One way anova dan centang tukey sehingga diperoleh data sebagai berikut:
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas Comment nya